Manajemen Arema FC Menyampaikan Duka Cita kepada Korban Tragedi Kanjuruhan Malang
Manajemen Arema FC menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban jiwa dalam musibah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang pada lanjutan Liga 1 Indonesia 2022 pada hari Sabtu.
"Arema FC mengantarkan duka mendalam atas bencana di Kanjuruhan. Manajemen Arema FC ikut bertanggung jawab buat penindakan korban baik yang sudah wafat dunia serta yang luka- luka," ungkap Pimpinan Panpel Arema FC, Abdul Haris.
Selaku tindak lanjut, Manajemen Arema FC pula hendak membentuk Crisis Center ataupun Posko Data korban buat menerima laporan serta penindakan korban yang dirawat di rumah sakit.
"Manajemen akan membentuk crisis center ataupun posko data yang menghimpun serta menerima laporan buat penindakan korban yang dirawat di rumah sakit," tambah Haris.
Manajemen Arema FC mengantarkan permohonan maaf sebesar- besarnya kepada keluarga korban.
“Kepada keluarga korban manajemen arema fc meminta maaf sebesar besarnya dan siap membagikan santunan. Manajemen siap menerima anjuran masukan dalam penindakan pasca bencana supaya banyak yang diselamatkan,” pungkas Abdul Haris.
Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana juga mengucapkan duka mendalam atas bencana yang terjalin di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang.
"Selaku Presiden Arema FC, aku memohon maaf kepada segala masyarakat malang raya yg terdampak atas peristiwa ini, aku sangat prihatin serta mengutuk keras kerusuhan di stadion Kanjuruhan yang menyebabkan seratusan lebih korban jiwa," ungkap Gilang.
"Aku ikut merasakan duka yang mendalam serta berbelasungkawa buat para Aremania yang jadi korban dalam bencana Kanjuruhan tadi malam, mudah- mudahan kepada keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan," tambahnya.
Selaku langkah lanjutan, Gilang menginstruksikan jajaran manajemen Arema FC buat berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan yang menjaga para korban.
"Saat ini manajemen Arema FC terus berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan buat mengurus para korban. Kami memohon supaya diberikan pelayanan yang optimal dalam penindakan korban luka- luka serta memohon pusat- pusat kesehatan buat mengantarkan pembiayaannya kepada manajemen Arema," jelasnya.
Di sisi lain, Gilang pula menunjang penuh investigasi yang dicoba oleh pihak kepolisian terpaut insiden tersebut.
"Kami mendukung penuh pengusutan yang dicoba pihak kepolisian, serta meminta pihak-pihak buat menahan diri hingga betul-betul ketemu titik cerah permasalahannya," tegas Gilang.
Tragedi Kanjuruhan menjadi insiden terkelam kedua di dunia sepak bola dan mendapat sorotan media internasional hingga menimbulkan isu ancaman FIFA kepada Timnas Indonesia.***
sumber : viral layar

Post a Comment